Aku sudah berada di fase dimana aku mulai sadar sepenuhnya...
Kamu tidak akan bisa kumiliki ; dulu, sekarang ataupun seterusnya.
Perhatianmu tidak mengubah apapun, justru ini malah semakin menjauhkan aku dan kamu.
Aku berusaha mati - matian untuk menahan agar aku tidak menuliskan kata 'kita' disini.
Ini terlalu beresiko untuk hati yang baru saja menunjukkan kesembuhan setelah sekian lama robek tanpa ada yang merawat luka itu.
Kini aku mulai mengingat - ngingat lagi, bagaimana kamu menertawakanku.
Aku mulai lagi berlapang dada atas perlakuanmu.
Aku tau kamu mulai mengajakku bicara walaupun.. t e r p a k s a, seperti obat maag, kapan libur dan pinjam pensil
Terima kasih untuk waktu singkatnya.
Aku masih tetap bersyukur diijinkan kenal kamu.
Kini aku mulai mengingat - ngingat lagi, bagaimana kamu sudah abstain aka bolos bimbingan belajar diluar sekolahmu.
Entahlah tidak ada yang tau pasti kenapa kamu begitu.
Mungkin karena gadis yang namanya sudah mengisi bio twitter mu beberapa bulan ini.
Ya, gadis cantik yang beruntung, yang mempunyai kelebihan dan yang berhasil memenangkan hatimu untuk kali ini.
Kali ini aku berusaha untuk tidak lagi memperhatikanmu, mengharapkan kedatanganmu.
Tidak lagi berusaha menunggumu kedatanganmu, membuka pintu coklat tua itu dan mengucapkan salam.
Biarlah, cukup aku hanya menjawab salammu.
Aku mulai membiarkan ini senormal mungkin, senatural mungkin.
Kini sudah nampak membuahkan hasil.
Terima kasih untuk pertemanan ini :)
Kamu tidak akan bisa kumiliki ; dulu, sekarang ataupun seterusnya.
Perhatianmu tidak mengubah apapun, justru ini malah semakin menjauhkan aku dan kamu.
Aku berusaha mati - matian untuk menahan agar aku tidak menuliskan kata 'kita' disini.
Ini terlalu beresiko untuk hati yang baru saja menunjukkan kesembuhan setelah sekian lama robek tanpa ada yang merawat luka itu.
Kini aku mulai mengingat - ngingat lagi, bagaimana kamu menertawakanku.
Aku mulai lagi berlapang dada atas perlakuanmu.
Aku tau kamu mulai mengajakku bicara walaupun.. t e r p a k s a, seperti obat maag, kapan libur dan pinjam pensil
Terima kasih untuk waktu singkatnya.
Aku masih tetap bersyukur diijinkan kenal kamu.
Kini aku mulai mengingat - ngingat lagi, bagaimana kamu sudah abstain aka bolos bimbingan belajar diluar sekolahmu.
Entahlah tidak ada yang tau pasti kenapa kamu begitu.
Mungkin karena gadis yang namanya sudah mengisi bio twitter mu beberapa bulan ini.
Ya, gadis cantik yang beruntung, yang mempunyai kelebihan dan yang berhasil memenangkan hatimu untuk kali ini.
Kali ini aku berusaha untuk tidak lagi memperhatikanmu, mengharapkan kedatanganmu.
Tidak lagi berusaha menunggumu kedatanganmu, membuka pintu coklat tua itu dan mengucapkan salam.
Biarlah, cukup aku hanya menjawab salammu.
Aku mulai membiarkan ini senormal mungkin, senatural mungkin.
Kini sudah nampak membuahkan hasil.
Terima kasih untuk pertemanan ini :)