Selasa, 31 Desember 2013

Selamat Berganti Buku Baru :')

Untuk kamu yang lebih ingin membahagiakan yang lain daripada aku :) Selamat membaca..

Kamu yang awalnya memintaku untuk menemanimu pada pergantian tahun walaupun hanya berupa pesan singkat malah mengabaikanku yang berjuang melawan rasa kantukku; demi kamu. Sudah satu setengah jam pesan singkat ucapan selamat tahun baruku sukses terkirim, namun tak kunjung ada balasan. Bukan, bukannya aku tak tau bahwa kamu tidak jatuh tertidur melainkan kamu sedang menikmati malam pergantian tahun baru dirumah kekasihmu. Kekasih yang sudah menemanimu setahun ini.

Harusnya aku sadar kamu lebih ingin membahagiakan kekasihmu, seorang perempuan yang saat kamu berada dalam proses pendekatan kamu memuja mujanya, mengaguminya, menunggunya begitu lama hanya untuk dia yang pada saat itu masih mempunyai pasangan. Saat semuanya berubah, kamu sudah berubah status. Sekarang kamu miliknya. Kamu hanya tidak menginginkan aku berubah dan menjauhimu, karna kamu tahu kebiasaanku; menjauh saat kamu sudah memiliki pasangan.

Kita hanya bisa berteman tanpa bisa bersama. Aku sudah lebih dulu tahu diri, aku tidak pantas denganmu :) Aku berusaha ada disaat saat terpurukmu, aku berusaha ada untuk menghiburmu, aku berusaha untuk menahan kesal saat aku berkata padamu bahwa perempuan yang kamu idam idamkan tidak tulus menyayangimu tetapi kamu tetap membandel. Namun aku tidak berusaha untuk menyadarkanmu bahwa akulah yang tulus menyayangimu, baik disaat senang mu maupun sedihmu.

Saat saat senangmu dengan kekasihmu kamu mengabaikanku. Saat kamu sedang ada masalah dengan kekasihmu kamu datang untuk berkeluh kesah kepadaku, mungkin saat itu kamu baru tersadar dari lupa ingatanmu terhadapku. Walaupun kamu hanya datang saat kamu membutuhkanku setidaknya aku masih bisa bersyukur, setidaknya kamu tidak benar benar melupakanku :))

Saat kamu tersadar akan aku, ketahuilah aku tidak benar benar bisa menjauhimu
Untuk kamu yang lebih ingin membahagiakan yang lain daripada aku, Selamat tahun baru. Selamat berganti buku baru. Semoga kamu cepat menemukan perempuan yang benar benar tepat untukmu :')


Selasa, 17 Desember 2013

Sebuah Kisah yang Salah

Berawal dari takdir Tuhan yang membawa kita pada satu pertemuan yang berujung perkenalan. Perkenalan yang cukup unik, tanpa menyebutkan nama justru saling menghina. Kamu tidak menyukaiku karna tambahan waktu belajar di bimbingan belajar mu terganggu karna aku menjadi murid baru disitu, ya aku berisik. Sedangkan aku tidak menyukaimu karna kamu tidak memberiku kesempatan. Di setiap kebisingan kelas yang tercipta kamu slalu menyalahkan aku. Namun justru karna inilah kita menjadi dekat. Kita sering duduk bersebelahan, untuk bertukar pikiran ataupun sekedar berbagi ilmu di bidang yang kita tidak pahami. Aneh bukan? berawal dari jengkel berubah menjadi dekat.

Seiring waktu berjalan, pertemanan kita ini mulai dianggap tidak biasa oleh orang lain. Sebenarnya apa yang 'tidak biasa' dari pertemanan kita ini? kita hanya duduk bersebelahan untuk tujuan yang sama; belajar. Terkadang aku membantunya untuk membacakan tulisan di papan yang kurang jelas. Aku dan dia sama sama tau, matanya minus tapi dia tetep menolak untuk memakai kacamata. Terkadang juga dia meminta bantuanku untuk mencatat catatan di papan karna tulisannya benar benar kecil, aku yang normal saja harus memicingkan mata apalagi dia?. Apa menurut kalian ada yang tidak biasa?

Mana mungkin hal itu terjadi, kamu mempunyai seorang pacar yang sudah hampir dua tahun menemaninya. Bahkan kamu rela masuk ke sekolah yang sama dengan kekasihmu itu. Demi pacarmu. Anggapan tidak biasa ini setahap demi setahap mulai mengganggu. Ada yang salah dengan otakku, seharusnya aku bersikap biasa saja tapi reaksinya berlawanan. Sampai suatu ketika, karna suatu hal pertemanan kita renggang. Kamu memilih duduk didepan. Kamu mulai tidak membutuhkan bantuanku lagi untuk membacakan tulisan kecil. Seingatku kamu mulai meminta bantuan temanku untuk membacakan tulisan kecil yang ada di papan. Tak ada lagi obrolan yang membangkitkan tawa. Kita sudah berbeda. Mungkin ini salahku, yang terlalu termakan anggapan orang. Harusnya perasaan itu tidak pernah tumbuh.

Kini kita tak lagi satu kelas, kita hanya bertemu seminggu sekali. Tak pernah ada sapaan baik dari mu maupun dariku saat kita berpapasan atau bertemu. Entahlah, kalau ditilik di setahun yang lalu rasanya berbanding terbalik. Kini juga, kamu sudah putus dengan pacarmu. Menyenangkan? iya, tapi tak cukup membahagiakan.

Akhirnya kita kembali ke titik dimana kita belum benar benar saling mengenal, namun sedikit berbeda. kamu tetap tidak menyukaiku namun aku tidak membencimu. Terdengar tidak imbang namun ini kenyataannya. Setahun lebih menunggu, harapanku kita hanya ingin seperti dulu. Namun inilah kebodohanku terlalu membangga-banggakan "kita" dalam cerita ini yang tidak ada artinya apa apa buatmu.

Akhirnya kamu menemukan pengganti pasanganmu yang lalu, yang lebih baik dari mantan kekasihmu. Harusnya dari awal harus mulai disadari perasaan ini tak akan pernah berbalas. Harusnya juga aku paham ini hanyalah sebuah kisah yang salah....

Jumat, 04 Oktober 2013

Persahabatan VS Cinta bag.2

Akhirnya kami berpisah. Yuda dengan mobilnya sendiri. Aku dengan mobilku sendiri, Sita menumpang di mobil Diaz. Rumah mereka memang dekat. Sesampainya di rumah aku mendapati rumah masih hanya berisikan mbak ina, pembantu di rumah ini. Mama belum datang. Papa? Ah sudahlah aku faham beliau sangat sibuk. Aku masuk kedalam kamarku dan mendapati kasurku penuh dengan kelopak bunga mawar. Di tengah kasurku terdapat secarik kertas yang bertuliskan “ikuti kata hatimu. Dan pergilah ke balkon sekarangJ. Aku segera beranjak menuju balkon. Disana aku melihat Diaz sudah berdiri sambil membawa kertas berukuran besar bertuliskan “MAUKAH KAU JADI KEKASIHKU? Jair mataku seketika menetes mana kala aku membaca tulisan tersebut. Aku tak mampu berkata apapun lagi. Tangisku pecah dan air mataku menetes deras. “lihatlah dibelakangmu Ken!” teriak Diaz dari bawah. Aku segera berbalik dan mendapati Yuda dan Sita tengah membawa kue tart berbentuk mawar. Aku memang penyuka mawar. Rose addict. “jawab pertanyaanku Ken. Jika kau menerima ku aku akan pergi keatas sana, apabila kau menolakku aku akan pulang” teriaknya lembut. “dia yang membuat ini semua Ken, kalau aku jadi kamu aku akan menerimanya.” Tutur Sita. Aku menangkap sorot mata sedih dari mata Sita. Mungkin ini maksud dari tulisan di tempat tidurku tadi. Aku harus ikuti kata hatiku. Aku tatap Diaz dan berkata “masuklah Diaz” pelan sekali saat aku mengatakannya. Diaz tersenyum lalu segera masuk dan menghampiri kami. Aku nggak akan inget hari ini ulang tahunku kalo bukan karena mereka. Memang ulang tahun ku hanya berselang 6 hari sebelum Sita berulang tahun pula
***
Selamat pagi… kantukku masih memburu, ku lihat handphoneku yang sedang berdering. Nama Diaz tertera di layar handphoneku. Segera kuangkat dan terdengar sapaan hangat dari sana. “hai sayang. Pasti bangun tidur ya? haha dasar kebo. Nggak kayak aku sudah wangi sudah sarapan sudah ganteng. Kamu pasti masih di tempat tidur kan? Iya kan? Ah sudah ku duga. Hehe jawab dong sayang jangan diem aja” katanya panjang lebar. Dia menyebalkan sekali hampir saja aku tertidur lagi karna sapaannya yang terlalu panjang dan tidak memberiku kesempatan untuk menjawab. “sudah nih ngomongnya?” sejenak aku mendengar tawa nya diseberang sana “hai juga sayang. Iya aku baru bangun tidur. Iya aku tau kamu pacaran sama kebo. Iya aku masih di tempat tidur. Iya aku tau dugaan mu tepat. Diem aja gimana? Kamu kasih kesempatan aja enggak buat ngomong. Ish menyebalkan!” jawabku ketus namun lembut. “ish jawabnya judes banget ah haha. Duhh jangan ngambek dong sayang. Utuk utuk utuk. Mihihi. Keluar ke balkon gih cepetan!” katanya. “ha ngapain?” meskipun kaget aku tetap berjalan menuju balkon. Pemandangan selanjutnya yang aku lihat adalah. Diaz sedang berdiri di samping mobilnya sambil membawa bunga mawar di tangan kirinya dan handphone nya di tangan kanan. Dan penampilannya keren banget. Sejenak aku tersadar bahwa sambungan telfon masih belum terputus “Happy Anniversary sayang. Inget kan? Hari ini hubungan kita umurnya udah setahun. Selamat ulang tahun juga sayang. Best wishes for you” tuturnya lembut sekali. Suaranya tegas nggak seperti waktu pertama menghubungiku tadi. Senyumnya buat aku meleleh. “sayang jalan yuk! Jangan gitu ah kalo ngeliatin. Aku tau aku ganteng dan kamu terpesona tapi biasa aja ah!” sambungnya membuatku terkejut karna suranya balik seperti awal. Dia kepedean sekali. “sayang kamu kegeeran deh haha. Jalan kemana? Aku belum mandi” jawabku. “yaudah sana cepet mandi. Aku tungguin. Apa sekalian aku mandiin nih?” jawabnya. “ngaco kamu haha yaudah mandi dulu yaaaa” jawabku. Sedetik kemudian sambungan terputus.
Kini aku telah berada di dalam mobil Diaz. Kali ini aku memakai kaos tanpa lengan berwarna hijau dan jeans panjang. Entah aku sendiri tak tau mau dibawa kemana oleh Diaz. “kemana sih? Nggak suka ah kalo dirahasiain gini.” Kataku memulai. “kepo ah. Yang penting kamu kan duduk manis nggak perlu nyetir haha” jawabnya sambil memeletkan lidahnya. Seketika aku cemberut. Diaz bener bener ngebetein. Sepanjang jalan dia nggak ngasih kejelasan. Rupanya dia menangkap perubahan mimik wajahku. “sayang, jangan cemberut gitu dong.” Katanya mengawali percakapanku. Aku tidak menyahuti. Aku justru mengarahkan wajahku menghadap ke jendela. Entahlah, aku jadi ingat masa masa dulu. Rupanya luka itu masih membekas. Akhir akhir ini perasaanku berkata Diaz masih menyayangi Sita, meskipun itu hanya sedikit. Sedikit demi sedikit pula aku juga mulai melihat perubahan sikapnya. Dia jadi sering beralasan ketiduran. Sms lupa di balas. Banyak. Alasan yang dia pakai banyak banget. “sayang, jangan ngambek dong. Iya iya aku ngaku. Kita mau ke pantai sayang.” Ucapnya mengakui. “hah pantai? Asik?” jawabku. Aku tidak sesemangat tadi sekarang. Pantainya memang indah tapi hati aku lagi nggak indah. Seharian kami menghabiskan hari jadi kita dan ulang tahunku  disana.
***
“pagi sayaaaang” sapa Diaz saat aku tengah membaca novel baruku di bangku ku. Kelas ini masih sepi. Hanya ada aku dan Diaz dikelas ini. Aku memang tidak sekelas dengan Diaz. “Pagi” sapaku singkat. Entahlah firasatku tidak enak pagi ini. “ish jawabnya singkat bener, udah nggak sayang nih?” jawabnya. “lagi bete” jawabku sekadarnya. “maaf ya sayang aku semalem ketiduran” katanya menyesal. Aku jadi teringat sms salah kirim nya Diaz. Ada satu sms yang mungkin Diaz nggak maksud kirim ke aku tapi sepertinya malah nyasar ke aku. Isinya Yaudah istirahat ya. Sms itu malah bikin aku tambah kepikiran.

Pulang sekolah langit sudah menangis. Aku coba menghubungi Diaz handphonenya mati terdapat satu pesan masuk. Dari Yuda. Ken bisa jemput Sita nggak? Sita dideket parkiran kejebak hujan. Aku barusan mau jemput tapi hujan deres banget. Aku nggak pikir panjang, aku tau, Yuda dan Diaz pun tau Sita bisa seketika sakit kalo dia kehujanan. Akhirnya aku pergi sambil hujan hujanan demi jemput Sita. Sampai disana aku berusaha supaya dia tidak kehujanan. Aku rela hujan hujanan demi dia karna dia sudah aku anggap saudaraku sendiri. Sampai dikantin sekolah Sita duduk disana sedangkan aku pergi ke kamar mandi untuk mencuci rok ku yang terkena air kotor saat aku berlari tadi. Aku benar benar basah kuyup. Untungnya Sita tidak basah. Setibanya aku kembali, aku telah mendapati Sita duduk dengan menggunakan jaket yang aku tidak asing, dan dengan seorang lelaki yang kini sedang memeluknya. Ya lelaki tersebut adalah Diaz. Aku mencoba positif thingking. “mungkin Diaz hanya tidak ingin Sita sakit” batinku. Saat aku hampir mendekati mereka terdengar percakapan Sita dan Diaz. “sampai kapan Diaz? Mau sampai kapan aku harus terus sabar? Aku sudah cukup sabar setahun ini demi merelakan sahabatku bahagia” ucap Sita. “maafkan aku” jawab Diaz sambil mempererat pelukannya. “apakah kamu akan meninggalkan Kenzia?” tanya Sita sambil menatap mata Diaz. “secepatnya” Jawab Diaz setelah sebelumnya dia menghela nafas panjang. Bagai tersambar petir saat aku mendengarkan jawaban Diaz. Aku berpura pura tidak mendengar apa apa tadi aku hanya menganggap itu lelucon untuk menghilangkan sepi. “Diaz? Sejak kapan kamu datang?” sapaku sayu. Aku sudah merasakan badanku meriang karna kehujanan. Bukan hanya Sita saja sebenarnya yang bisa sakit seketika jika dia kehujanan tapi aku pun sama dengan Sita. Namun tidak ada yang mengetahui ini, sebisa mungkin aku selalu menahan apabila kehujanan. “KAMU KEMANA AJA? HAH? JAWAB! SITA SAMPAI KETAKUTAN SENDIRIAN GARA GARA HUJAN. NGGAK KASIHAN KAMU SAMA SITA?” Tanyanya dengan nada membentak. Air mataku seketika jatuh. Benarkah? Benarkah Diaz membentakku barusan? Dia lebih mementingkan Sita sahabat pacarnya daripada pacarnya sendiri. “Mungkin percakapan tadi bukan lelucon tetapi sungguhan!” batinku menjerit. Aku hanya bisa menunduk dan meneteskan air mata saat Diaz tak henti henti nya memarahiku karna aku meninggalkan Sita sendirian. “SAHABAT  MACAM APA KAMU! TEGA BIARIN SAHABATNYA SENDIRIAN!” tuduhnya. “Kamu nggak ngerti Diaz” bela ku lemah. Saat itu Yuda datang dengan basah kuyup pula. “sorry Sit aku tadi lama. Thanks Ken mau jemput Sita sampai kamu basah kuyup gini” katanya polos. Sambil melelehkan air mata dan badan yang semakin menggigil aku berucap lemah “nggak papa Yud” sebisa mungkin aku tersenyum kepada Diaz dan Sita tanpa pikir panjang aku segera berlari. Meskipun hujan aku tetap tidak peduli. Yuda mengejarku namun aku berhasil lebih dulu memberhentikan taksi.
***
Ini sudah hari ketujuh aku absen untuk sekolah. Semenjak kejadian itu aku terkena flu parah dan radang tenggorokan. Untungnya disekolah sudah tidak ada belajar mengajar. Hanya tinggal perlombaan saja sambil menunggu rapor selesai. Setelah ke dokter aku dinyatakan typhus. Dokter menyarankan aku untuk istirahat total dirumah sakit. Tidak seorangpun aku ijinkan untuk menjengukku kecuali keluargaku sekalipun orang itu adalah pacarku sendiri, Diaz. Pacar? Masihkah aku bisa disebut pacarnya. Aku juga tidak memperbolehkan keluargaku memberitahu dimana aku dan bagaimana keadaanku. Handphoneku terus saja berbunyi tiap jam nya entah itu sms maupun telfon masuk. Semuanya dari Yuda, Sita dan Diaz. Pesan masukku saja sudah puluhan, isinya pun sama dan dari orang yang sama juga.
Hari ini pembagian rapor juga sekaligus aku sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Mama datang untuk mengambilnya. Memang aku naik ke tingkat selanjutnya namun hal yang tidak ingin aku dengar adalah bahwa aku satu kelas dengan Diaz dan Sita. Aku juga sekelas dengan Yuda. Setelah semuanya selesai mama datang ke rumah sakit untuk menjemputku pulang. Rupanya mama mengetahui masih ada seraut wajah sedih pada mukaku “sudah dong Ken sedihnya. Mama khawatir sama kamu. Atau kamu mau pindah sekolah saja?” penawaran mama cukup bagus untuk saat ini. Namun aku bukan tipe orang yang mau bersusah susah berada dilingkungan baru dan harus beradaptasi mulai dari awal lagi.
Liburan kenaikan kelas masih tersisa 2 minggu lagi, aku sudah terjangkit penyakit kebosanan setengah mati pada hari kelima liburan ini. Aku masih tidak mengizinkan siapapun datang. Handphone yang selalu aktif pun kini tergeletak di meja belajarku. Aku sering mendapat cerita dari mbak Ina bahwa kadang Diaz yang datang kerumah sendiri, kadang Yuda yang datang ke rumah dengan Sita atau kadang ketiganya bebarengan langsung datang ke rumah. Terbesit rasa bersalah pada Yuda. Bagaimanapun juga dia tidak bersalah. Akhirnya kuputuskan untuk mengaktifkan handphoneku. Tidak beberapa lama handphoneku bergetar, tertera nama Yuda disana. Aku pikir tidak ada salahnya untuk mengangkat telfonnya. “halo” “halo Yud” “apa kabar Ken?  Aku benar benar minta maaf soal kejadian satu bulan yang lalu” “kabarku baik Yud. Sudahlah Yud aku nggak ingin mendengar itu” ada hening sejenak setelah kalimat yang meluncur dari bibirku itu keluar. “aku boleh main kerumah?” “asalkan kamu tidak mengajak mereka aku nggak keberatan” “oke thanks Ken.” Aku tidak menyahuti dan langsung memutus sambungan.
Mbak Ina yang menyiapkan makan siangku mengetuk pintu kamarku. “mbak, mas Yuda dateng. Kata mas Yuda, dia udah janjian sama mbak” “iya mbak suruh tunggu di taman belakang aja bentar lagi aku turun” tidak ada jawaban, Mbak Ina sudah turun pikirku. Bergegas aku turun kebawah dan menuju bagian belakang rumah. “hai” sapaku canggung. Yuda hanya tersenyum. Aku duduk di bangku taman, disebelah Yuda. “sorry for..” kalimat Yuda menggantung begitu saja saat melihatku sudah meneteskan air mata lagi. “maafkan aku” sambung Yuda sambil memelukku. Ini kehebatan Yuda, pelukannya semacam morfin buat aku, pelukannya bisa bikin aku bener bener tenang. Tak ada kata kata lagi setelahnya. Yuda menunggu selesai terisak. “maaf Yud kemeja mu jadi basah” kataku sambil mengeringkan kemejanya dengan tisu setelah aku mulai tenang. Aku melihat ekspresi Yuda yang heran namun sedetik kemudian berubah menjadi senyuman manis. “kamu memang perempuan kuat”
***
to be continue...

Minggu, 22 September 2013

Persahabatan VS Cinta

“ken kamu kenapa?” pertanyaan yang terus dilontarkan oleh Yuda sahabatku tatkala melihatku menangis sendirian di kantin sekolah. Aku masih terus terisak mana kala Yuda sudah duduk disampingku. Entahlah tak perlu bertutur pun rasanya Yuda mengerti aku membutuhkan ketenangan. Dipeluknya tubuh rapuhku sambil membisikkan “tenanglah Ken. Kamu gadis kuat”. Kalimat tersebut menyadarkanku. “Yud, aku lelah, aku nggak sanggup terus terusan bohongi perasaanku. Aku sayang Diaz” kataku lemah. “Oh aku mengerti. Sudah tenanglah dahulu. Kamu lebih dewasa untuk mengambil keputusan apabila dalam kondisi tenang” jawab Yuda menguatkanku. “kau harus berjanji satu hal. Tetap rahasiakan ini dari Diaz dan Sita” “Baiklah aku berjanji”

Tak lama aku mendengar sosok lain datang menghampiri ku. Ya lebih tepatnya dia adalah Diaz yang datang menghampiri kami. “Yud, Kenzia kenapa?” pertanyaan sederhana namun cukup melukaiku. Aku lepaskan pelukan Yuda dari tubuhku. Mengusap air mataku. Bagaikan tak cukup bagiku sebuah pertanyaan indah terlontar dari mulut manisnya yang menusuk hati. “Ken kau tak apa kan? Baiklah untuk menghiburmu maukah kau menemaniku berbelanja untuk surprise party Sita? Seminggu lagi dia ulang tahun bukan?” bagai tersambar petir rasanya. Yuda menatapku dengan tatapan khawatir. Ingin sekali menolak namun Diaz memotong lagi “oh ayolaaah tak ada alasan bagimu untuk menolak kau kan sahabatnya. Aku butuh bantuanmu. Besok jam 10 pagi aku akan menjemputmu. Ok see you tomorrow Ken” kemudian sosoknya semakin menjauh dan akhirnya lenyap. Tak terasa butiran air mataku jatuh kembali. “lihatlah Yud betapa dia sangat menyayangi Sita” “Sudahlah ambil positifnya, kamu akan jalan dengannya besok”
***
Pagi ini mataku menunjukkan perubahan warna. Bagaimana tidak semalam suntuk aku meneteskan air mata. Tak habis pikir rasanya bagaimana bisa aku jatuh hati pada lelaki idaman sahabatku. Belum ada ikatan apa apa memang antara mereka. Namun yang aku tau Sita mencintai Diaz. Diaz mencintai Sita. Hanya aku yang cintanya sebelah tangan. Yang jelas Sita dan Diaz tidak tau kalo cinta mereka tidak sebelah tangan. Saat aku benar benar terbangun jam beker ku menunjukkan pukul 8 tepat. Secepat mungkin aku bangkit dari kasurku dan turun ke dapur. Aku kompres mataku agar tidak terlalu kentara. . Tidak kupoles sedikitpun wajah sayuku. Rambutku kukucir seadanya. Pakaiankupun hanya t-shirt biru muda yang kupadukan dengan cardigan putih dan dengan rok putih selutut. Pukul 10 tepat terdengar bunyi klakson mobil dari arah luar rumah, enggan sekali rasanya untuk keluar namun pada akhirnya aku keluar juga. Segera aku menghampiri Diaz diluar.

“kamu mau apa? Aku yang bayar deh hehe” tampaknya kamu tulus mengucapkan itu. Perasaanku bilang “kamu memang cowok pengertian” namun logika ku turut berbicara “bukankah kamu berkata begitu karena kamu ingin balas budi? Karna aku telah menemanimu seharian untuk mencari perlengkapan surprise party sahabatku?” . Sejenak aku tersadar dari lamunanku karena guncangan lembut di pundakku. “nggak perlu. Apakah sudah semua?” . “ya. Hmm apakah kamu lapar? Perutku protes juga” “tidak. Aku tidak lapar.” Aku melihat raut wajah kecewa darinya. Bukan maksudku menolak apa yang ingin dia berikan kepadaku hanya saja aku tidak ingin menyakiti hatiku sendiri terus menerus. Cukup menemani dia menyiapkan surprise party ini saja. “Ken? Kenza. Kamu nggak papa kan?” tersadar dari lamunanku saat tangan kekarnya menyentuh bahuku. “tidak. Aku tidak apa apa. Maaf, bukan maksudku untuk menolak makan denganmu. Maafkan aku” kataku tulus sambil merundukkan kepalaku  “oh tak apa. Justru aku yang meminta maaf mungkin kamu kelelahan karna menemaniku hari ini. Baiklah akan kuantar kau pulang sekarang” .

Saat di mobil aku tidak lagi paham apa yang dibacarakan oleh orang yang berada disebelahku. Sejenak kualihkan pandanganku padanya, memperhatikan setiap lekuk wajahnya. Perasaan sesak itu kembali menyerbu masuk kalbuku manakala teringat senyum yang tersirat bahagia untuk sahabatku itu. Memanglah pantas sahabatku mendapatkannya begitu pula sebaliknya. Rasanya tak sopan apabila aku bersanding dengan Diaz. Entahlah tak terasa mataku telah menggenang kembali aku mengalihkan pandanganku keluar jendela. Biarlah, biarlah sahabatku bahagia.

“Ken kau baik baik saja?” tanyanya yang mengagetkanku. Tiba tiba saja saat aku tersadar mobil telah menepi.  Aku tidak mengetahui bahwa diam diam dia memperhatikanku menangis menghadap ke luar jendela. “cewek cantik nggak baik nangisnya di pendam sendiri. Apalagi nangisnya ngadep keluar. Malu ah banyak yang ngeliatin. Mendingan ceritain aja.” Kalimat yang indah sebenenarnya tapi untuk yang saling menyayangi. Namun disini, diantara kita hanya aku yang berjuang tanpa hasil. Aku masih terpaku tak percaya Diaz bisa mengeluarkan kalimat tersebut untukku. “ya nggak papa sih kalo nggak mau cerita. Aku nggak maksa.” Aku masih belum menanggapi ucapannya. Aku masih mencerna setiap kata yang dilontarkannya. “tapi kapanpun kamu butuh sandaran bahu atau dada punya aku bisa kamu pakai kok. Sepuas hati kamu” tercengang aku dengan kalimat yang barusan keluar dari mulutnya. Menoleh kepadanya sambil bercucuran air mata. Dengan lembut Diaz menyeka air mataku. Membawa ragaku kedalam peluknya. Hanya sepersekian detik tubuhku ada dipelukannya kemudian kulepas dekapannya dari tubuh rapuhku. Entahlah aku tidak ingin aku semakin terlena oleh tindakan semunya. “kenapa?” “antarkan aku pulang Diaz” kataku. “baik. Tapi jangan bersedih lagi. Ku mohon padamu” jawabnya lembut sambil mengusap lembut air mataku.
***
Jam beker menunjukkan pukul 9 pagi. Entahlah pukul berapa aku terlelap. Setelah diantarkan pulang oleh Diaz pada saat itu aku langsung masuk ke kamarku. Tak henti hentinya aku menangisi Diaz. Mungkin aku bodoh menangisi orang yang jelas jelas hanya mempermainkan perasaanku. Lagi lagi aku menemui perubahan warna pada mataku. Beberapa hari ini aku telah menyia nyiakan air mataku.  Bergegas aku mandi aku ingin menenangkan diri setelah ini.

Mobil sudah tiba di tujuan saat jam tanganku menunjukkan pukul 11. Ya aku lebih menyukai pemandangan untuk menenangkan diri. Cukup memejamkan mata dan menghirup udara disana sudah cukup membuatku jauh lebih tenang. Sekarang aku telah berada di pinggir sebuah tebing yang dibawahnya terdapat danau. Indah sekali. Pukul 12 aku sudah bersiap untuk pulang. Ku lihat handphone sudah ada 20 panggilan tak terjawab dan 12 pesan masuk. Aku memang lupa membawa handphoneku. Sewaktu sampai tadi aku meninggalkannya di dalam mobil. Aku cek keseluruhannya berupa ajakan untuk berenang nanti sore. Tapi.. tunggu.. ada pesan dari Diaz. Jangan lupa makan. Aku tau kamu pasti bakal lupa makan J. Benarkah ini Diaz yang mengirimkannya? Kembali air mataku bercucuran. Aku tidak ingin bersusah payah menghancurkan hatiku lagi dengan membalas sms Diaz. Segera aku beranjak untuk menuju ke tempat janjian dengan Sita dan Yuda.

Sampai disana ternyata aku hanya mendapati Sita dan Diaz duduk berdua. B e r d u a. Memang tempat janjian untuk berenang ini sedikit tertutup. Aku bahkan tidak tau bahwa Diaz akan turut bergabung. Aku tidak ingin menganggu kemesraan mereka. Akhirnya aku memilih ke tempat yang bisa dibilang kantin namun agak lebih mini. Aku hanya menunggu Yuda datang sambil meneguk jus melon kesukaanku. Yuda datang saat minumanku akan benar benar habis. Yuda telah menghampiri Sita dan Diaz. Aku segera beranjak menghampiri mereka. “Ken, kenapa gak gabung ke sana?” Yuda dengan polosnya menanyakan hal itu padaku. “aku haus. Aku ke kantin untuk sekedar membasahi tenggorokanku. Lagi pula aku tak ingin mengganggu Sita dan Diaz” kujawab dengan sejujurnya sambil menyunggingkan senyum yang dipaksa. Yuda cepat tanggap dengan maksudku, dia tidak bertanya lagi.


Kali ini yang turun untuk berenang adalah Yuda,Sita dan Diaz. Aku tidak turun karena aku memang tidak dalam mood untuk berenang. Kini aku sedang mengamati kegiatan mereka. Disana sedang terjadi kegiatan Diaz sedang mengajari Sita berenang gaya bebas. Yuda dan Diaz memang sudah jago dalam berenang. Memang, dari aku, Sita, Diaz, Yuda yang paling lemah dalam hal renang hanya Sita. Mereka romantis. Sepertinya Yuda melihat kesedihanku. Segera dia naik kepermukaan. “sudahlah Ken, aku mengerti perasaanmu. Nggak selamanya yang ingin kita punyai harus kita miliki” tuturnya sambil mengeringkan badannya dengan handuk. “aku faham sekarang. Mungkin sudah saatnya pergi.” Ucapku lirih dalam hati. Pukul 5 mereka telah selesai berbenah. “makan dulu yuk!” kali ini Sita membuka mulutnya. Diaz dan Yuda mengiyakan ajakan Sita berbeda denganku. “lain kali deh Sit, udah mual pengen muntah rasanya. Kalian bertiga ajadeh aku duluan balik” sahutku. “kamu sakit Ken?” kini Diaz yang angkat bicara. “nggak. Mungkin aku hanya kecapaian biasa” jawabku. Aku menatap Yuda. Aku yakin Yuda telah faham alasan utama ku memilih untuk tidak turut bergabung dengan mereka.
TO BE CONTINUE....

Sabtu, 27 Juli 2013

Yang diabaikan yang dicari :))

Yang aku butuhkan hanya kebahagian, aku tidak ingin mendengar. Untuk saat ini
Aku hanya ingin didengar !
Aku hanya berusaha mengerti orang lain, tapi orang lain malah sebaliknya terhadapku

Bukankah kita tercipta pada jenis yang sama?
Bukankah kita tercipta juga memiliki hati yang sama?
Tidakkah kalian ingin orang lain untuk mengerti kalian?
Apakah aku tidak boleh berfikiran sama dengan kalian?

Setiap kali saat kalian tidak ingin mendengarku, aku berusaha berfikiran baik
"Mungkin masalah mereka lebih berat daripadaku", "mungkin mereka lelah"
Sekelebat pikiran membayang..
Apakah aku ini seperti pengemis?
Yang meminta dikasihani, minta diperhatikan, minta didengar?
Terdengar seperti pengemis bukan? yang meminta minta uang, meminta minta makanan.

Ada kalanya kalian sadar kemudian datang lagi padaku...
Bukankah itu sudah terlambat?
Memang! pikiran baik sang buruk rupa telah berubah !
Perlahan namun pasti aku tidak lagi memikirkan kondisi kalian..
"Mungkin sudah saatnya dilupakan. Mereka telah mendapatkan keinginan mereka!"

Sepertinya aku berrmasalah dengan kata yang berawalan "di"
Diabaikan, dikhianati, dilupakan, tidak didengar, tidak dimengerti, tidak dibutuhkan lagi !
Haha menyedihakan bukan? tidak. Ini tidak menyedihkan untuk kamu ataupun kalian

Pikiran yang dulu telah berubah
Secara perlahan telah bersiap untuk merubah sikap
Di titik ini lah kalian baru akan siap menjadi pendengar setiaku.
Terlambat kawan. Semuanya telah secara sempurna berhasil kalian rubah
Kalian? ya. Kalian yang telah membuat aku begitu. Itu kehendak kalian.
Aku hanya mencoba mengikuti mau kalian.
Haha mengecewakan!
Di titik ini juga lah kalian akan sadar. Yang pernah kalian abaikan adalah yang akan kalian cari :))

Rabu, 10 Juli 2013

Kalian Berubah.... T E M A N

Tak tau kah kalian bagaimana arti pertemanan itu?
Atau memang kalian yang nggak mau tau?
Bisa coba pahami perasaan orang lain nggak?
Jangan hanya nuntut buat dipahami
Pernah ngerasain nggak punya teman nggak?
Pasti enggak, Jelaslah! Kalian punya banyak teman
Pengen curhat ada yang siap sedia mendengarkan
Pengen nangis ada yang ngusapin
Sedangkan aku? Siapa peduli?
Bukannya aku iri, hanya saja harusnya kalian mengerti
Aku nggak pernah pengen ngerepotin orang lain
Sebisanya aku mandiri
Kalian bilang aku berubah semenjak perpisahan itu.
Sekarang salahkah aku apabila aku begitu?
Setelah aku coba mencaritau keadaan kalian namun tak ada yang peduli?
Setelah aku coba memberi perhatian sebagai teman namun tak ada merespon?
Setelah aku coba membangun lagi komunikasi yang telah hilang namun tak ada yang menginginkannya?
Setelah aku coba untuk meluangkan waktu untuk bertemu kalian tapi kalian tega membatalkannya hanya dalam hitungan menit?
Aku begini karna kalian yang menjadikan aku seperti ini
Kalian yang berusaha ninggalin aku... T e m a n
Tidak sadarkah kalian ? atau justru pura pura tidak sadar?
Menyedihkan ya? Sekarang semuanya berubah
Kalian jauh berbeda
Kalian tidak sama lagi
Kalian berubah... Teman

Sabtu, 22 Juni 2013

Thanks God

Hai :D Hari ini bener bener seneng banget. Bener – bener bersyukur banget. Makasih ya Allah :*Hari Ini pengambilan rapor hehe. Yes. Hari ini postingannya tentang Hasil Rapor ku semester 2 hehe. Btw ini tulisan pertamaku sebagai anak kelas XI IPA hehe. Oh ya perlu diketahui postingan ini ada bukan untuk pamer! Anggap aja ini sebagai motivasi kalian hehe.Diawali sama pembagian rapor yang pas mama dateng ke kelas udah ada diurutan 27 dari 47 nomer ‘-‘  udah setengahnya ._., nggak tau diomongin apa aja sama Bu Ari (?) iye iye pasti pada nggak tau Bu Ari. Iya dia wali kelasku setahun ini hehe. Setelah itu mama keluar dengan wajah nggak bisa ditebak seneng :D yey.Nggak masalah nggak ada di peringkat 1. Belum diijinin sama Allah ngerasain peringkat satu kata mama. Hehe. Alhasil aku ada diurutan nomer 2 *Alhamdullilah. Nggak terlalu terkejut sih. Iyalah soalnya pas bangun tidur ngecek facebook ada notification. Iya, Bu ari ngirim peringkat peringkatnya disana -_- padahal semalem sebelumnya mati matian nutupi nilainya. Hehe tapi tetep Makasih Bu Ari. Oke lanjut!!!. Habis itu lihat kolom ipa/ips. Dan *Alhamdulillahlagi aku masuk IPA. Alhamdulillah yang ke 3 itu buat Maul sama Indra yang sama sama masuk IPA. Tapi mereka masih bingung rekom IPS atau enggak. Kayaknya yang Maul itu udah pasti IPS deh. Alhamdullilah yang ke 4. mama nggak ngomel ngomel hari ini. Yeay :DIPA ataupun IPS aku tetep ngedukung kok :D tetep doain kita suksesnya bareng bareng kok hehe. Hehe kenapa aku seneng banget sama hasil ku?  Sebenernya aku pengen buktiin kalo baca novel itu nggak bikin nilai jadi turun malah jadi naik. Dannnnn walaaaa terbukti :D dari semester 1 aku peringkat 3 sekarang jadi peringkat 2 hehe.>>skip. Banyak yang tanya aku. Kalo IPA, lulus SMA mau kuliah fakultas apa? Ya jawabannya gampang sih sebenernya. Aku memang belum ngerencanain mau kuliah fakultas apa tapi seenggaknya udah ada bayangan. Yang ada sekarang aja dijalani dulu terus sebagai anak IPA harus buktiin ke anak IPS kalo kita nggak ngambil “lahannya” mereka. Iya nggak sih? Kenyataannya banyak anak IPS ngebully anak IPA. Yang dibilang munafik lah gengsi tinggi lah. Tapi tujuannya ya satu sama sama buktiin aja kalo kita nggak ngambil lahan orang :D heheSekarang deg deg an nya aku bakalan sekelas sma siapa? Terus dikelas XI IPA berapa hehe.  Tapi sadar banget ternyata gini dag dig dug nya anak SMA :D hihi. Cinlok juga adaaa *diiiiin!. Iya iya nggak bahas itu -__- oke sampai sini dulu ya? see you =D


Rabu, 19 Juni 2013

Indra {}

Test.. test cek cek 123 :D Haiiii. Ketemu lagi ya? nggak bosen kan? wehehe. Sesuai janjiku kali ini bahas tentang cowok yang ganteng sekaligus cantik :))). (S)He is Indra. Nama lengkapnya Indra Gunawan S. Bingung juga dia ini cantik atau ganteng ;)) Banyak yang panggil dia Cantik. Tapi ada perasaan marah gimana gitu kalo ada yang bilang dia banci. Dia nya mungkin juga nggak peduli. 
Sama kayak Maul. Kita ini selalu berurusan dengan kata 'paling'. Indra ini yang paling tua dia kelahiran 1996. Tahun ini aja dia udah mau bikin ktp. 4 Oktober ntar dia resmi 17. what a beautifull moment haha.
Dia ini paling pinter ngomong. Debat sama dia banyak kalahnya. Tapi dia radak gagap meeeen -__-v sayang banget. Dulu aku Indra sama Maul satu tujuan. Sama sama bahu membahu buat masuk IPA. Tapi udah akhir akhir ini mereka berdua kompakan pindah haluan. Mereka pingin IPS. Kalo Maul katanya ayahnya yang nyuruh kalo Indra kemauan sendiri sih.. Tapi yaudahlah ya apapun keputusan mereka aku tetep dukung kok ;))
Dia ini ikut Paskib lho. Sangar kan? iya dia sangar. Yang nyepik dia juga sangar. Ada Yosua dll. Aku sama Indra ini kayak ada yang mengikat *janganmikirkitadisekap. Indra di gelitikin sama Yosua aku nya ikutan geli. Ya semacam ikatan batin antara ibu dan anak gitu lah (?) haha. Tambah lama tambah ngelantur ya? hehe biarin ah
Hmm terus apalagi ya. Awal mula deket? Ini seriusan aku nggak inget. Aku tanya Maul sama Indra mereka juga lupa -_-
Sama Indra sama Maul itu udah pasti ketawanya :D nggak hanya guyon tapi juga belajar. Di postingan sebelumnya aku kan sudah bilang. Banyak yang nganggep Indra itu banci gara gara kemana mana jalannya sama aku sama Maul. Tapi sungguhan dia itu Laki - laki tulen (ini sih aku belum dapet bukti fix. Maklum belum pernah lihat) hayooo pasti mikir aneh aneh haha. 
Sadar nggak sih temen temenku punya kekurangan sama kelebihan? aku sadar banget. Meskipun nggak sempurna justru itu yang bikin aku nyaman sama mereka. Bukan berarti sama selain mereka aku nggak nyaman. 
Indra itu bikin aku ngerti. Ada waktunya kita ketawa ada waktunya kita serius. Ada waktunya kita santai tapi serius. Kalo Maul itu bikin aku ngerti. Nggak semua yang kita pengenin bakal tercapai tapi apa salahnya kalo mau coba dulu? masalah hasil itu belakangan. Selain itu mereka ini bagaikan alarm. Semacam pengingat gitu lah. Kita waktunya ngerjain tugas atau kita waktunya ketawa. 
Menurutku dasar dari sebuah pertemanan yang baik bukan cuma berdasarkan Persamaan tapi juga perbedaan. Makanya aku cari temen yang bukan banyak kesamaan sama aku. Tapi temen yang bisa ngasih aku motivasi. Nyari temen yang ada pas seneng itu gampang. Tapi kalo nyari temen yang mau berkorban buat yang lain itu susah. Bukan berarti hidup kita ketergantungan lho ya. 
Menurutku Nyari temen itu yang enak diajak dewasa, yang enak diajak buat nggak males bukan cuma enak diajak bercanda - aku
oh ya fotonya belum ya? kebanyakan ngomong sih aku :D hehe
ini nih fotonya
Ini kalo dia kayak cewek. menurutku sih. Cantek kan? hehe
ini pas dia kayak laki. Eh iya nggak sih? hehe terserah deh. 
Dia yang pake jaket item lho ya bukan yang kerudungan. 

Udah segini dulu ya :D capek ngetiknya btw wkwk. see youu :*

Minggu, 09 Juni 2013

Maullllllll :*

Pasti pada bingung kan siapa itu Maul siapa itu Indra? Iyadeh aku jelasin sekarang hehe. Untuk postingan kali ini tentang Maul dulu ya ;) ? okesip ready guys? Check this out
Maul. Nama lengkapnya Maulidia Dwi Aristha. Pasti ngiranya dia anak kedua? Iyakan? Kalian salah dia anak pertama wkwk. Ini sering jadi bahan candaanku. Katanya sih itu nama ayahnya. Lahirnya 17 Juli 1997. Dari aku sama indra Maul ini yang paling muda banget. Dirumah dia merhatiin adiknya kalo udah kumpul sama aku sama indra mintanya diperhatiin terus. Maklum she is single. Dia nggak mau di bilang jomblo, alasanya jomblo nasibnya lebih ngenes. Kalo di pikir – pikir perasaan sama aja -_- . dia (baru) putus sama pacarnya yang anak kelas 12 =))v katanya dia Cuma sebulan tapi berarti wahaha.
Selain paling muda dia juga paling pendek *eh HAHA. Kalo sekolah sukanya pake sepatu pdh. Iyalah secara sepatu itu ada hak nya dikit *kitalaginggakbahashakdankewajibanlhoya. Otomatis keliatan dia (agak) tinggi dikit. Dia kelihatan tinggi gara gara sepatu itu eh gayanya selangit wkwk dibanding bandingin tinggiku sama tingginya dia. Yaudah biarin aja biar dia seneng :D
Dia juga termasuk paling LOLA (LOLAK LOLOK). Aku sama indra udah ngetawain B dia baru nyambung di A. aku sama Indra ngetawain M dia masih nggak ada reaksi. Hebat banget dia dalam hal nge-tes kesabaran orang. Tapi satu hal yang nggak aku suka dari dia yaitu kalo pas dia udah narik uang kas -_- males!
Dia juga dapet gelar paling labil dari aku wkwk. Bentar bentar cerita mantannya eh gilirannya ketemu nggak berani nyapa. Kayaknya nggak ada deh kakak kelas yang nggak pengen dihormati sama adek kelasnya. Dia orangnya keras kepala banget -_-
Dia ini yang paling mengkhawatirkan sebenernya. Dia sering mimisan. Dia bilang sih keturunan. Tapi namanya kalo orang ngelihat orang mimisan pasti memikirkan sesuatu kan? Iya aku juga kok *cieee. Sering mimisan kan bisa diartikan dia kecapekan padahal kenyataanya dia yang paling padat aktivitasnya. Ya itu kayaknya resiko deh hehe. Dia ini keras kepala banget disuruh makan sayur aja susah -_- padahal apa sih yang nggak enak dari sayur? -_- sampek pegel kalo ngingetin Maul makan sayur.

Awal mula deket sama Maul ya gara – gara dia lagi ada konflik sama pacarnya. Setelah itu kemana mana bareng. Kalo awal mula aku Indra sama Maul deket itu yang aku nggak tau. Yang jelas kita sering main, kumpul, kemana mana mesti bareng haha. Kalo ngumpul nggak hanya ngerumpi lah lebih seringnya sih ngerjain tugas sama tanya satu sama lain tentang materi yang belum paham. Positif kan? Makanya jangan salah nilai kita.
pengen tau dia gimana anaknya? nih
dia yang sebelah kiri lho ya ;) hihi

oke segini dulu see you di postingan selanjutnya. next time tentang Indra. wkwk to be continue...

Senin, 03 Juni 2013

Hai teman teman :D

Nggak kerasa memang. Rasanya baru setahun yang lalu nggerasain sedih nggak sekolah di negeri. Sekarang malah udah mau pisah lagi sama anak anak kelas. Bukan hanya di sekolah aku dapet kenangan di tempat les juga. ya, aku les di ssc unsur bareng beratus ratus anak *lebay.
Tepatnya ruang 3. Ruang yang paling banyak kenangannya. Guru les yang paling dicari kalo nggak Bu Ika ya Pak Bagus. haha iya mereka guru mbois wkwk.
Berapa jumlah totalnya aku lupa wkwk salahin murid nya yang nggak pernah lengkap kalo les. Kalo si A masuk si B nggak. Si B masuk si C nggak masuk. Mbuleeeeeeeeeet ae! kali ini mau bahas tentang penghuninya yang rutin dateng aja ya wahaha aku nggak apal lho.
1. Nungky, Dia emang rajin kalo les haha. Kalo les aku suka nebeng dia. Dia pinter gambar anime anime jepang gitu lah '-' aku iri ah aku gak jago gambar. Tapi dia fobhia sama cowok gelap. Gimana nggak takut, kalo ada anak ngisengin matiin lampu kelas dia langsung njerit *seketika lampu mati* #aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa '-'v
2. Fahrul, hmm anu gimana ya kalo anak ini? entar dikiranya aku mbagus mbagusin ._., Dia anaknya ______ *isisendiri*. Dia pinter Biologi, sukanya pinjem bulpen. Dia itu Cake*sebagiankoneksihilang* banget.  Ketawanya dia ngirit pollllllllllllllllllllll HAHA. Oh ya, kalo ada orang tanya ke dia pasti langsung bilang ke gurunya kayak misalnya aku. 'pak Fasdini nggak mudengggggg" -______-
3. Resindra (IIN), Dia cantik *suitsuit* murah senyum banget nggak tau deh itu ada kelainan atau nggak ._.v. Tulisannya dia miring ke kiri. Heran kan? sama whehehe. Ya intinya dia wanita idaman para lelaki . cc: @ResindraPrames
Cantek kannnnn? Ini Iin yang aku maksud ;)
4. Fahruddin, aku kasih warna abu abu soalnya dia nggak jelas (?) tapi dia emang nggak jelas. Kadang njengkelin hiiiiiiiiiiiiiiiiiii!!!! Tapi ketololan dia *ups maaf* itu justru bikin anak anak kelas ketawa, yaiyalah dia itu konyolllllll -_- udah jangan bahas ini entar aku ikutan konyol -_-
5. Dinara, Kalo yang ini hmm suaranya cempreng ._.v sering dipanggil 'mom' sama Iin. Cantik,baik,tinggi tapi peleh - ciko . Dia memang cantik kok tapi radak lemot ._. termasuk wanita idaman pria nih wehehe. Kalo ada yang lucu ketawanya suka telat ._.v. oh ya hobinya tidur cc: @dinarahana
Ini lho Dinara. Cantik kan? wkwk
6.Ciko (krisna), Dia ini tuiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnggi *alay. haha tinggiku selengennya pek -_-. Diaa ituuu, Peleh? iya. Ganteng? terserah yang baca deh mau jawab apa haha. Sangar? iya. Semuanya yang jawabannya iya pasti dia haha. Kepelehannya dia hampir sama kayak Fahruddin tapi Fahruddin masih lebih parah -_-. Dia anak layangan metal atau apalah itu nggak ngerti hhehe ampun cik ._.v cc: @kocikoo
Tuh, Ciko yang sebelah kiri kalo yang kanan nggak tau lagi wkwk. Sangar kan?
7. Tifanny Saverina, haduh masih 7 ya? yadeh cemungutdddd. Tifanny ini punya wajah cantik dan bentuk tubuh yang seksi semok aduhai bohai montok dan tidak lupa agak sedikit menyamping *jleb. Sukanya berantem sama aku nih haha sampek diketawain Fahrul -_-. Sukanya ngelucu tapiii... yadeh yadeh banyolannya lucu :D cc: @FANNYOOOW tuh liat kan, uname twitternya aja nyolot -_-v 
Tuh kan semok kan? apa aku bilang :D
8. Richard, Dia ini kalo les sukanya ngontel hmm *bayangindarirumahngontel* kadang masuk kadang enggak. Kalo masuk kadang mulai jam pertama kadang jam kedua baru dateng. Entahlah aku nggak pernah iseng buat tanya ke dia :D hmm apalagi ya *mikirkeras* jangan nganggep aku lagi mikir batu -_-.  Richard susah dideskripsikan yang jelas dia anu.
9.Aulia, hmm anak ini ya? males sebenernya wkwk *candaa. Aku lebih seneng panggil diaa nduuut atau nduty atau aul atau whateverr -_-. Dia barusan dan (masih) sampek sekarang di PHP sama kakak kelasku disekolah yang statusnya sudah tidak lajang lagi haha. Dia pendek,sedikit melebar yaaaa sebangsa panda gitu lah mihihi :3 cc: @auliaftriani
Ini Dia unyu kan? wkwk
10. Bagas Widhi, Anak ini radak ngeselin -_- Mantannya anak nomer 3 di postingan ini hehe *ampun bos* Beberapa kali minta ajarin kimia, bukannya aku yang meso gara gara dia nggak nyambung, eh sekalinya dia nyambung dia meso ke aku -_- ngeselin kan? memang. cc: @Bagaswidhii
Dia yang paling kanan. Yang sebelah sebelahnya aku nggak tau wkwk.
11. Silvia, Anak ini pinter banget loh, aku pernah diajarin matematika yaah walaupun aku nya nggak ngerti ngerti banget wkwk ;;) baik banget tapi sama nyolotnya sama tifanny sav sama aul -_- hmm apa yaa dia lumayan sering tapi juga lumayan jarang. cc: @Silviaarizky 
Ini Dia ;)
12. Tiffany febriana, Dia dipanggil Dora. Jelas! Rambutnya sih pake acara dipotong model dora wkwk anak Untung Suropati yang hobi galau *yee sama kali sama lu din* wkwk ._.v hmm apa ya anu anak ini itu..... ah jangan kepo ah :p cc: @tiffadisaputro 
Ini. Mirip kan? wkwk Doraaaaaaaaaaaaaa
hmm sapa lagi ya? lupa rek hehe ._.v ini sih yang paling sering dateng aja kok hehe. Sayang banyak yang nggak ada fotonya. Kita juga belum foto sekelas. Jadi ya puing puing nya aja *ala sinetron. thanks guys setaun ini kalian bener bener bikin ketawa. hehe mungkin yang belum ada namanya bisa bersambung ke part 2. see you ;;)




Sabtu, 11 Mei 2013

Yaudah, gitu aja sih


Pernah nggak hatimu bener – bener ngerasain kosong kayak tanpa ikatan apa – apa? Pernah nggak hatimu bener – bener ngerasain yang namannya nggak jatuh cinta? Aku lagi merasakan nih :D sudah beberapa bulan perasaanku ke orang emang biasa – biasa aja. Ke orang yang ganteng biasa aja, ke cowok yang tipeku juga biasa. Bukan aku lesbi yah -_- tapi lagi –mengistirahatkan- hati aja. Segala sesuatu kebaikan orang nggak pengen aku salah artikan dan aku anggep sebagai kode. Aku cuma nganggep itu nggak lebih niatnya mau nolongin atau bantu aku. Sekarang bener bener nggak pengen nyalahartikan kebaikan seseorang
Sekarang paketan internet juga cuma buat ngecek mention doang. Stalking? Nggak pernah sama sekali. Anak yang Ramah lingkungan itu di chat juga udah nggak mbales yaudah anggep aja udah bukan temen lagi. Beres kan? Hehe nggak mau ngebebani otak sama yang namanya perasaan sendiri. Udah capek move on aku. Mungkin ini bakal bertahan untuk beberapa bulan. semoga.
Heran? nyantai aja aku bukan lesbi. Sekali lagi aku bukan lesbi. Aku cuma lagi pengen fokus penjurusanku, temen2 ku, tugas2 ku. Pengen nggak terlalu banyak pikiran. Kenapa aku pengen nggak terlalu ngebebani pikiran, soalnya sudah sakit nih ngedrop sebenernya, radang tenggorokan sama sinusitis ku nyiksa banget. Yaudah gitu aja sih....

Sabtu, 20 April 2013

Today :))

Hola :D kita ketemu lagi di postingan baru. Sekarang lagi demam UNAS nih. Unas jadi trending topic. Selain karna banyak yang belum siap juga karna pemerintahnya. Ya kita semua tau lah gimana penyelenggaraan UN buat SMA yang baru saja selesai 2 hari yang lalu untuk tahun ini :). Terlepas dari itu aku bersyukur aku tidak ikut tahun ini. Iyalah, aku kelas X tapi juga bikin khawatir, nanti 2015 UN nya kayak gimana ._.
Ada satu cerita unik di hari kedua setelah UN kelar. Tepatnya sih hari ini, iseng mau tanyain kemana temen sebangkunya Venda yang namanya Neny. Udah dari hari jumat dia nggak masuk. "ven, neny kemana?" "katanya sih sakit Fas" "oalah" aku masih berdiri didepannya Venda. Karna aku pikir udah nggak ada yang aku omongin lagi aku pergi lagian Venda nya diem aja. Baru beberapa langkah eh dipanggil sama Venda. "Fas?!" "apa? tadi aku didepanmu nggak ngomong" "hehe, Fas aku mau tanya" "tanya apa?" "kamu kok betah sih jomblo? aku lho nggak betah". hening... sebenernya bingung juga mau jawab apa karna aku sendiri juga nggak ngerti kok bisa betah. Kebetulan saat aku nulis blog ini, bertepatan tanggal jadianku sama mantan terakhir :') dan secara nggak sengaja hapeku lagi muterin lagunya Adele - Don't you remember *seketikagalau*
Jawabannya dirahasiakan ye? wkwk intinya ya jangan pernah smsin dia, kalo masih ngesmsin dia kemungkinan gagal move on nya besar.
udah dulu ye? ngantuk. *padahalmaugalau* hihi bye muach muach 

Minggu, 31 Maret 2013

SMA

Haii :) Alhamdulilah hari ini bisa ngepost lagi *sujudsyukur* #alaywoy . Kali ini tentang seragam putih abuabu ya? Ya, SMA (SEKOLAH MENENGAH ATAP ATAS). Di masa ini kata orang sih mulai dewasa. Keren nggak? hehe. Mulai ngerti cintacintan, hmm sebenernya ini salah. Sekarang aku tanya siapa yang kenal cinta baru pas dia SMA? impossible banget. Anak SD aja udah ngomong cintacintaan padahal dia belum cukup umur '-'

Topiknya kali ini tentang kubu atau mungkin lebih tepatnya gank. Disekolahku lagi musim nih kayaknya. Yang nggak eksis gabung sesama nggak eksisnya, sedangkan yang eksis menguasai semua tempat hihi.Mungkin harus diperjelas eksis itu yang seperti apa, dalam hal ini menurutku eksis adalah golongan orangorang yang cantik/ganteng, kaya, modis. Ibarat kayak Senior sama Junior gitu ada jarak diantaranya.

Kalo aku sih tergabung di yang nggak eksis tapi apa salahnya? justru aku punya cerita tersendiri.Senengseneng, keluar buat makan bareng (kalo ini sih jarang). Sebenernya kalo dikasih waktu jam kosong seharian disekolah aku bakal milih ngehabisin waktu di perpustakaan sekolah. Disini ruangannya lebih dingin, bukan, bukan berarti kelasku nggak dingin. tapi coba bayangkan 2 AC untuk 47siswa dalam satu ruangan. Sedangkan Perpustakaan 2 AC hanya untuk hmm ya paling nggak 20an lah. jadi dingin mana? haha lupakan.

Buku diperpustakaan banyak banget *yaiyalah namanya perpustakaan* bukunya hmm ralat novelnya bagusbagus banget lhooo. Biasanya ke perpustakaan bareng indra. Bukan dia bukan pacarku .-.. Sebenrnya di kelas yang paling pinjem buku di perpus itu aku. Enggak tau deh minat bacana mereka masih sedikit hiks. haha sudah segitu dulu ya :)


Sabtu, 30 Maret 2013

Labil hehe

Halooooo.... *bersihin sarang laba2 diblog*. Long time no see. Kemalasan dan faktor X (baca : bukan X-factor) hehe laptop barusan kelar di service dan modem barusan ketemu #nggaknanyawoy . Sekarang jam 8:36 pm waktu aku lagi nulisin ini.Sebenernya buntu mau ngepost apa tapi akhirnya aku pun memutuskan untuk menceritakan seseorang.

Namanya dia..... samarannya. Mr. boy. bukan berarti karna samarannya Mr berarti dia bapakbapak lho ya -_-. Dia anak kelas XI aku belum mengakui kalo suka dia tapi tiap ketemu atau sekedar ndengerin obrolan temenku sama si Mr.Boy rasanya pengen senyum mulu *pasti kalo Mr.boy tau udah besar kepala banget nih* dia tinggi, keren, ngomongnya irit bangeeet, tatapanya itu.. wuuuuuuus meleleh bos. bikin salah tingkah. Kerennya dia, dia selalu tenang segenteng *eh segenting apapun masalahnya. 

Dia punya jiwa keibuan kepemimpinan yang tinggi, setinggi orangnya. Dia jenis satwa yang hampir punah (?) nggak kok dia jenis orang yang nggak banyak omong tapi sekalinya dia ngomong, Pasti kalah omong -_- Dia selalu ngelakuin halhal konyol lah apalah haha dia lucu. Tapi ya gitu radakradak terjebak nostalgia sama mantannya *seketika galau*. Nggak kok sebenernya kalo sama Mr.boy nggak terlalu mungkin massih sebatas kagum aja.

Lain ceritanya kalo sama ramah lingkungan (?) *kode. Kalo sama ini cuma sepiksepik berhadiah. Kalo lagi membutuhkan bakal dateng ke aku nemenin aku tapi kalo nggak butuh ya gitu, jangankan ngechat, dichat aja cuma di read doang. ngeselin kan? emang. emang aku ngeselin. Tapi kamu lebih ngeselin *ih paan sebelum tambah ngeseliin mending ini di stopin aja. Thanks :) hihi #udahwoystop

Sabtu, 16 Februari 2013

Kisahku Tak Seindah Romeo Juliet

Ini kisahku..
Ini proses belajarku
Belajar kuat belajar dewasa
Terpenting ikhlas
 Cerita lama tentang kesedihanku..
Tentang kisah yang hancur lebur
1000 hari telah kuhabiskan tanpa dia
Dia yang dulu kucinta
 Layaknya karang yang dihempas sang ombak
Mencoba tegar dibalik kisahku
Kisah yang dapat terulang keembali kelak
Dan lagi.. aku akan menjelma menjadi ceria


Pertanyaanku Sederhana

Pertanyaanku sederhana.. Apakah aku salah bila aku ingin dicintai? Apakah berdosa mengharapkan sesuatu yang lebih indah? Apakah salah apabila perasaan itu sudah ada? Apakah salah apabila aku... MENYUKAINYA?Jawabnya... Aku tidak ingin disalahkan oleh mereka, aku tidak bersalah, perasaan inilah yang salah, mengapa harus terbentuk? Mengapa bisa tercipta? Ini hanya faktor keadaan. Sulit mengungkapkan, jika mereka tidak suka dengan perasaan ini gampang saja, cukup lukai saja hati ini. Lukai saja! kalau pun perlu hancurkan perasaan ini! Buat dia terluka.. Pertanyaan sederhana tak sesederhana jawabannya... coba bayangkan! Coba renungkan ini! Pernah anda berkorban untuk orang yang anda sayangi? Pernah anda menahan luka karena kawan anda sendiri?  Jawabannya... Jika anda sanggup melakukan itu anda termasuk orang yang hebat, kuat, tegar menerima segalanya. Mungkin dari sekian banyak hanya beberapa yang bertahan . Namun pastikan engkau bahagia dengan orang yang ingin membuat anda bahagia :’) 

Introduce =))

hai blogger =)) nice to meet you hehe. oke let's introduce about my self ya? hihi Namaku Fasdini Dwi Tanti. Biasanya dipanggil Fas -_- atau dini hoho. Lahir di tanggal 11 bulan juli tahun 1997. Aku sekarang sekolah di SMA HANG TUAH 2 SIDOARJO. kelas 10 heehe. Aku nggak punya kelebihan aku hanya punya kenangan =)) oke enough. sampai ketemu di postingan selanjutnya ya? thanks