Untuk kamu yang lebih ingin membahagiakan yang lain daripada aku :) Selamat membaca..
Kamu yang awalnya memintaku untuk menemanimu pada pergantian tahun walaupun hanya berupa pesan singkat malah mengabaikanku yang berjuang melawan rasa kantukku; demi kamu. Sudah satu setengah jam pesan singkat ucapan selamat tahun baruku sukses terkirim, namun tak kunjung ada balasan. Bukan, bukannya aku tak tau bahwa kamu tidak jatuh tertidur melainkan kamu sedang menikmati malam pergantian tahun baru dirumah kekasihmu. Kekasih yang sudah menemanimu setahun ini.
Harusnya aku sadar kamu lebih ingin membahagiakan kekasihmu, seorang perempuan yang saat kamu berada dalam proses pendekatan kamu memuja mujanya, mengaguminya, menunggunya begitu lama hanya untuk dia yang pada saat itu masih mempunyai pasangan. Saat semuanya berubah, kamu sudah berubah status. Sekarang kamu miliknya. Kamu hanya tidak menginginkan aku berubah dan menjauhimu, karna kamu tahu kebiasaanku; menjauh saat kamu sudah memiliki pasangan.
Kita hanya bisa berteman tanpa bisa bersama. Aku sudah lebih dulu tahu diri, aku tidak pantas denganmu :) Aku berusaha ada disaat saat terpurukmu, aku berusaha ada untuk menghiburmu, aku berusaha untuk menahan kesal saat aku berkata padamu bahwa perempuan yang kamu idam idamkan tidak tulus menyayangimu tetapi kamu tetap membandel. Namun aku tidak berusaha untuk menyadarkanmu bahwa akulah yang tulus menyayangimu, baik disaat senang mu maupun sedihmu.
Saat saat senangmu dengan kekasihmu kamu mengabaikanku. Saat kamu sedang ada masalah dengan kekasihmu kamu datang untuk berkeluh kesah kepadaku, mungkin saat itu kamu baru tersadar dari lupa ingatanmu terhadapku. Walaupun kamu hanya datang saat kamu membutuhkanku setidaknya aku masih bisa bersyukur, setidaknya kamu tidak benar benar melupakanku :))
Saat kamu tersadar akan aku, ketahuilah aku tidak benar benar bisa menjauhimu
Untuk kamu yang lebih ingin membahagiakan yang lain daripada aku, Selamat tahun baru. Selamat berganti buku baru. Semoga kamu cepat menemukan perempuan yang benar benar tepat untukmu :')
Kamu yang awalnya memintaku untuk menemanimu pada pergantian tahun walaupun hanya berupa pesan singkat malah mengabaikanku yang berjuang melawan rasa kantukku; demi kamu. Sudah satu setengah jam pesan singkat ucapan selamat tahun baruku sukses terkirim, namun tak kunjung ada balasan. Bukan, bukannya aku tak tau bahwa kamu tidak jatuh tertidur melainkan kamu sedang menikmati malam pergantian tahun baru dirumah kekasihmu. Kekasih yang sudah menemanimu setahun ini.
Harusnya aku sadar kamu lebih ingin membahagiakan kekasihmu, seorang perempuan yang saat kamu berada dalam proses pendekatan kamu memuja mujanya, mengaguminya, menunggunya begitu lama hanya untuk dia yang pada saat itu masih mempunyai pasangan. Saat semuanya berubah, kamu sudah berubah status. Sekarang kamu miliknya. Kamu hanya tidak menginginkan aku berubah dan menjauhimu, karna kamu tahu kebiasaanku; menjauh saat kamu sudah memiliki pasangan.
Kita hanya bisa berteman tanpa bisa bersama. Aku sudah lebih dulu tahu diri, aku tidak pantas denganmu :) Aku berusaha ada disaat saat terpurukmu, aku berusaha ada untuk menghiburmu, aku berusaha untuk menahan kesal saat aku berkata padamu bahwa perempuan yang kamu idam idamkan tidak tulus menyayangimu tetapi kamu tetap membandel. Namun aku tidak berusaha untuk menyadarkanmu bahwa akulah yang tulus menyayangimu, baik disaat senang mu maupun sedihmu.
Saat saat senangmu dengan kekasihmu kamu mengabaikanku. Saat kamu sedang ada masalah dengan kekasihmu kamu datang untuk berkeluh kesah kepadaku, mungkin saat itu kamu baru tersadar dari lupa ingatanmu terhadapku. Walaupun kamu hanya datang saat kamu membutuhkanku setidaknya aku masih bisa bersyukur, setidaknya kamu tidak benar benar melupakanku :))
Saat kamu tersadar akan aku, ketahuilah aku tidak benar benar bisa menjauhimu
Untuk kamu yang lebih ingin membahagiakan yang lain daripada aku, Selamat tahun baru. Selamat berganti buku baru. Semoga kamu cepat menemukan perempuan yang benar benar tepat untukmu :')